Resto Pemanja Lidah dari Tamiang Layang

Caption ; beberapa jenis makanan yang diburu pelanggan di RM Bang Zali, Tamiang Layang (foto; ist)
Caption ; beberapa jenis makanan yang diburu pelanggan di RM Bang Zali, Tamiang Layang (foto; ist)

NITENI - Bisnis kuliner boleh berkembang dan menciptakan rivalitas di Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Seiring perkembangan teknologi informasi dan tingkat wawasan penduduknya kini, maka jangan harap hanya bisa mengandalkan menu konvensional. Aneka menu kekinian, adalah tantangan para penjaja kuliner dalam menggaet pelanggan.

Dari sekian banyak depot penjaja makanan, Rumah Makan Bang Zali 1 dan 2, di Tamiang Layang, tentu akan menjadi salah satu nama yang cepat muncul saat direferensi.

Pengunjung Rumah Makan Bang Zali 1 yang ada di Jl Magantis, maupun Bang Zali 2 di Jl A Yani, rata-rata adalah pelanggan setia. Selebihnya adalah orang baru yang sedang mencoba berpetualang rasa.

"Saya sering ajak makan teman di sini. Menu-menunya variatif dan rasanya tuh..nancap di lidah banget! Udah gitu harganya gak mahal kok. Wajar aja, untuk ukuran Kalteng ya," celoteh Bertha, salah seorang ibu muda, yang mengaku kerap kongkow dengan teman-teman maupun suaminya di sini, atau di Kafe ZL, yang juga milik Zali, sang pemilik.

Bicara nama ini, boleh dibilang sosok yang "from zero to hero". Jika melihat keberhasilannya berbisnis kuliner dan material yang didapat sekarang, adalah buah dari perjuangan panjangnya mencari jati diri.

Dari menjadi karyawan swalayan, Satpam, tukang nasi goreng, semua pernah dilakoni Zali. Namun pada saat bekerja di swalayan terkemuka di Banjarmasin, Kalsel, itulah, Zali mendapat banyak ilmu memasak, dari kawan-kawannya yang berprofesi menjadi koki.

Dan delapan tahun yang lalu, Zali baru memutuskan fokus berbisnis kuliner, dengan modal dan ruangan seadanya.

Modal aneka menu kota yang didapatnya, dicoba pada saat itu. Tidak langsung berbuah manis, karena yang ia dapat justru komentar-komentar kolot yang skeptis.

'Tapi saya tetap cuek. Saya yakin saja kalau menu-menu ini nantinya akan diburu orang. Pandangan seperti itu justru saya jadikan lecutan semangat," tutur Zali saat ditongkrongi di bagian belakang rumahnya tadi (Selasa, 6/4).

Apa yang diyakini Zali akhirnya berhasil terbukti. Dalam kurun waktu delapan tahun itu, pengunjung yang banyak, membuatnya mampu membuka unit rumah makan lagi, satu kafe dan satu counter bakery.

Dan, yang perlu dicatat saat Anda mengunjungi Tamiang Layang; Anda bisa menemukan berbagai hidangan yang biasa ditemukan di kota, dengan citarasa sama, namun harga tetap biasa.

Penyuka jenis makanan seafood seperti udang tepung, cumi asam manis dan sebagainya, boleh mengandalkan di sini. Juga bagi para anak muda Milenial yang menggemari makanan fast food semisal french fries, beef/cheese burger dan lain-lain.

Satu lagi; jika Anda penggemar Chinese Food, maka Anda akan terpuasi dengan kweetiauw ataupun sapi lada hitam yang mempunyai formula bumbu khas sekali. Really delicious lah..**

Penulis: Iwan Prast
Editor: Ahyar

Baca Juga