Kini, Menara BTS Operator Seluler pun Sudah Ditancapkan di Desa-desa Terpencil Barito Timur

menara BTS yang dibangun di desa terpencil ini, bukan hanya membuka keterisolasian. Namun juga menciptakan mata rantai ekonomi bisnis.
menara BTS yang dibangun di desa terpencil ini, bukan hanya membuka keterisolasian. Namun juga menciptakan mata rantai ekonomi bisnis.

NITENI - Perkembangan telekomunikasi seluler saat ini seperti menjadi sebuah kemutlakan. Tuntutan jaman yang semakin kompleks, menyebabkan perubahan besar. Dari semula yang konvensional menjadi lebih terbuka secara global.

Demikian pula dengan desa-desa pelosok yang dulu hanya bisa menikmati komunikasi telpon seluler jika berada di dekat tower atau menara Base Transceiver Station (BTS) atau jika berada di kota.

Kehadiran menara BTS, kian hari dirasakan makin menjangkau hingga ke pelosok terpencil. Seperti di Desa Janah Mansiwui, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur,.misalnya.

Terletak sekitar 8 km dari ibukota kecamatan, yakni Hayaping, Janah Mansiwui sekarang sudah mulai tersentuh modernisasi, paska akses jalan aspal terbangun sampai ke desa ini.

Sebuah perusahaan jasa konstruksi, telah mendirikan sebuah menara BTS di desa tersebut. Mengabulkan harapan para warga desa tentang kelancaran komunikasi dengan dunia luar

"Tanahnya milik Ibu Rusliani, warga desa setempat. Dan posisi geografisnya dinilai sudah tepat berada di sini. Warga sekitar juga sudah setuju. Tidak ada yang ketakutan, karena ini bukan menara Sutet," tutur seorang penduduk yang ditemui media ini di jalan desa, Senin, 29 Maret 2022.

Menurut warga lainnya, dengan beroperasinya sebuah perusahaan jasa telekomunikasi seluler di Janah Mansiwui, maka secara otomatis membuka peluang usaha yang berkaitan seperti penjualan pulsa, dan lain-lainnya.***

Penulis: Iwan Prast

Baca Juga