Ketika Startup Sembako Baqoel Bicara di Forum Presidensi G20 Bali

Dhian Arinofa, CEO dan Founder Baqoel (Ketiga dari kanan)
Dhian Arinofa, CEO dan Founder Baqoel (Ketiga dari kanan)

NITENI - Usaha rintisan dengan memanfaatkan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di level dasar seperti Baqoel patut berbangga.

Sebab, startup yang bergerak di bidang ritel penyedia logistik itu berkesempatan berbicara pada side event G20 di Bali.

G20 sendiri adalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang mempertemukan para petinggi 19 negara dan satu kawasan ekonomi Uni Eropa dengan membahas perekonomian global.

Dalam side event G20 tersebut, Baqoel berbicara kiprahnya yang selama ini mendukung ekonomi kerakyatan dengan mensuplai barang dagang seperti kebutuhan bahan pokok kepada UMKM.

Harga murah yang diberikan kepada UMKM salah satu wujud mendukung ekonomi kerakyatan agar barang yang dijual kembali dapat dibeli oleh lingkungan masyarakat.

“Kami memiliki program unggulan masyarakat, antara lain warahmah, yaitu warung rumahan, di mana dengan modal usaha mulai dari Rp2 juta mereka sudah dapat berusaha dan menghasilkan melalui pola perputaran modal dan penjualan yang relatif cepat bahkan dapat BEP (Break Event Point) dalam waktu 1 sampai dengan 2 bulan,” ungkap Dhian Arinofa, CEO dan Founder Baqoel, dalam keterangan resmi, Sabtu 14 Mei 2022.

Ia menjelaskan, pihaknya memiliki program ‘usaha dimodalin’ yang telah bekerja sama dengan bank nasional atau lembaga keuangan, instansi permodalan bahkan startup keuangan dan fintech agar akses penyediaan dana dapat tersedia tanpa jaminan.

“Baqoel menjadi penjamin setelah melewati penyaringan calon mitra penerima bantuan usaha,” kata Dhian.

Disampaikan pula, hingga saat ini Baqoel telah membuka cabang dan alur distribusi di banyak daerah di Indonesia yang bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan program berjalan tepat guna.

“Sampai hari ini sudah hampir lebih dari 1000 warung atau kios lebih dari belasan ribu mitra yang daftar menjadi jaringan kami di seluruh Indonesia,” tutur Dhian.

Di depan para pemangku kebijakan nasional, ia menyatakan pihaknya siap menjadi percontohan nasional dan mendukung program-program kerakyatan secara nasional.

“Kami siap membuktikan dan menjadi percontohan nasional. Oleh karena itu Baqoel siap bersinergi dengan Kemenko dan pemda provinsi serta kabupaten kota untuk membantu memastikan upaya wirausaha warung rumahan ini bisa disupport dan program ini dapat berjalan nasional,” pungkasnya.***

Penulis: Aulia
Editor:Redaksi

Baca Juga