Janjikan Angkat PNS, Perempuan Asal Manggarai Minta Kompensasi Senilai 180 Juta

Foto: Ilustrasi.

NITENI.CO-Kasus penipuan perekrutan pengangkatan PNS, Edeltrudis Lejung warga Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), harus berurusan pihak kepolisian lantaran korban penipuan melaporkannya ke Polres Manggarai Senin, 13 Juni 2022 lalu.

Edel yang mengaku dekat dengan orang BKN Pusat, diduga telah melakukan penipuan usai menjanjikan rekannya mengangkat PNS tanpa tes, dengan minta mahar senilai 180 juta.

Salah satu Korban EH" Warga Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menerangkan membenarkan kalau dirinya telah ditipu, untuk mengangkat PNS anaknya tanpa tes. Korban dijanjikan akan mengisi lowongan PNS yang mengundurkan diri yang bekerja di LAPAS di daerah NTT.

"Saya di telpon oleh Edel dan suaminya. Dijanjikan untuk mengangkat jadi PNS untuk anak saya. Mengisi lowongan di Lapas. Karena pengakuan Ibu Edel sejumlah 115 CPNS yang lulus ditempatkan di Papua dan di NTT mengundurkan diri. Karena itu dari BKN pusat meminta cari orang tamatan SMA untuk mengganti posisi itu. Ini bukan CPNS Lagi namanya tapi langsung PNS, karena ini kewenagan BKN Pusat", ungkapnya, Kamis 14 Juli 2022.

Dia melanjutkan, terduga pelaku berulang kali menelpon dan membujuknya. Bahkan diperkenalkan langsung melalui sambungan telpon dengan orang yang menyebut sebagai BKN pusat. Tak cukup disitu, terduga pelaku menyakini korban, dengan memberitahu jika anaknya sudah PNS lewat Jalur orang BKN, hanya tunggu pembekalan saja.

"Awalnya meragukan sekali. Setau saya untuk menjadi PNS harus melalui tes online. Tapi mereka menyakini saya dan diperkenalkan dengan orang yang mengakui sebagai BKN pusat melalui sambungan telpon", terangnya.

Dia melanjutkan, korban diminta mentransfer uang senilai 180 juta. Uang dipergunakan untuk mengganti nama PNS yang mengundurkan diri. Menurutnya Pasca uang diserahkan paling lambat seminggu, NIP akan keluar.

"Tanggal 31 Maret El bersama suaminya mendatangi rumah. Waktu itu saya tanya persyaratannya. Dia bilang ke saya mentransfer uang sebesar 180 juta. Untuk menggantikan uang CPNS yang lulus yang tidak mau ditempatkan di Papua dan di NTT. Tapi sebagai tanda jadi diminta 120 juta dulu", jelasnya.

Korban diminta transfer uang senilai 100 juta ditransfer ke rekening Edeltrudis Lejung Sedangkan 80 juta sisanya ditransfer ke rekening Marlina selaku orang dekat BKN.

"Tanggal 31 Maret itu saya langsung transfer ke Ibu Edel 100 juta. Besok harinya 20 Juta. Karena saya diminta dan telpon terus, seminggu kemudian saya transfer lagi sisanya 60 juta", tegasnya.

Korban merasa kecewa dan ditipu, sebab hingga saat ini, anaknya belum diangkat PNS. Diminta pertanggungjawaban terduga pelaku hanya mampu mengembalikan uang 100 juta dan sisanya dibawa kabur.

Media kami menghubungi Polres Manggarai. Melalu Humas Ipda I Made Budiarsa menjelaskan kasus ini lagi dalam proses penyelidikan.

"Saat ini dalam proses penyelidikan. Menghadirkan saksi-saki" tegasnya.

Pada saat yang sama kami mencoba menghubungi Ibu Edeltrudis Lejung namun sampai berita ini diturunkan belum berhasil dihubungi.***

Penulis: Tim Redaksi

Baca Juga