Hati-hati, Ibu Hamil Rentan Terserang Anemia!

Hati-hati, Ibu Hamil Rentan Terserang Anemia!
Hati-hati, Ibu Hamil Rentan Terserang Anemia!

NITENI - Dari beberapa ibu hamil, khususnya yang berusia muda di pedesaan wilayah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, ketika diajak berbincang, mengaku kurang memperhatikan keseimbangan gizi maupun kesehatannya.

Tentu ini bisa membahayakan kondisi bayi yang ada dalam janin, juga mereka sendiri. Meski belum ditemukannya kasus kekurangan gizi atau stunting, namun kesadaran tentang gizi dan kesehatan sangatlah diperlukan.

Salah satu yang rentan menyerang ibu hamil, adalah anemia alias “kurang darah”. Tentu ini bukan berarti kekurangan secara volume dalam tubuh, melainkan istilah umum untuk menggambarkan tidak tercukupinya entrosit yang bertugas mengantarkan oksigen jaringan.

Dikutip dari berbagai sumber, anemia didefinisikan sebagai rendahnya konsenstrasi hemoglobin (Hb). Hitung entrosit dan hematokrit (Hct) serta nilai normal. Dan dari standar organisasi kesehatan dunia, yaitu World Health Organization (WHO), anemia pada kehamilan ditegakkan jika kadar Hb kurang dari 11 g/dL.

Risiko pada ibu hamil dan nifas (seusai persalinan) tentu ada, kalau memang mereka mempunyai anemia. Antara lain; sebuah penelitian pernah menunjukkan bahwa ibu hamil atau bersalin yang anemia, berpotensi mengidap inflamai serta infeksi dalam kehamilan. Ini dapat memicu defisiensi besi, yang mengakibatkan infeksi seperti cacing, tuberculosis (TBC),HIV dan malaria.

Yang jelas, kondisi defisiensi besi yang parah, akan merusak enzim yang sebetulnya emmerlukan kandungan zat besi. Akibatnya, kulit akan tidak sehat, ataupun luka pada ujung ulut seperti sariawan dan inflamasi pada lambung.

Tapi tenang. Jangan terlalu panik. Anemia bisa kita cegah dengan cara-cara cukup simpel. Antara lain adalah mengonsumsi suplemen asam folat dan zat besi, dengan dosis yang dianjurkan yakni 60 mg (zat besi) dan 400 mg (asam folat). Selain itu dianjurkan memakan makanan yang banyak mengandung zat besi seperti daging, ikan, telur, ayam dan gandum. Oh ya, jangan lupa juga, konsumsilah buah dan sayuran segar yang banyak mengandung vitamin C. Tak terlalu ribet ‘kan?***

Penulis:

Baca Juga