Eyang Ratih Siap Polisikan Manajer dan Anak Angkat yang Lakukan Penipuan Terhadap Pasien dan Stafnya

NITENI - Eyang Ratih menjadi korban pencatutan nama bekennya sebagai seorang paranormal. Adapun orang yang mencatut nama Eyang Ratih adalah managernya sendiri yang bernama Adam. Selain Adam, ada pula orang yang sudah dianggap anak angkatnya bernama Dani, juga mencatut nama Eyang Ratih.

Aksi kedua pria yang mencatut nama Eyang Ratih itu digunakan untuk menipu puluhan pasien, staf dan pegawai Eyang Ratih.

"Saya punya manajer namanya Adam. Waktu saya sakit, Adam ini yang handle semua pasien. Mereka transfer pembayaran ke rekening Adam. Adam ini ketemuan sama pasien saya itu selalu di hotel. Dia kantongi uang semua pasien hampir Rp300 juta. Pasien saya ada yang dari Singapura, Jerman dan dari mana-mana." Ungkap Eyang Ratih kepada awak media di kediamannya kawasan Serpong, Minggu (17/4/2022).

Untuk menguatkan aksi penipuan Adam yang dilakukan terhadap puluhan pasien, staf hingga pegawainya, Eyang Ratih memiliki print transfer ke rekening milik Adam.

"Jadi itu ada bukti transferan juga disini hampir Rp300 juta." Ujar Eyang Ratih seraya menunjukan print bukti transferan.

Eyang Ratih mengaku baru mengetahui aksi penipuan yang dilakukan oleh manajernya Adam, setelah seorang korban bernama Indra mengaku tak mendapatkan hasil apa-apa dari Adam yang saat itu mengganti peran Eyang Ratih dalam memberikan pengobatan secara spritual.

"Itu dengan sendirinya terbuka dengan adanya Indra ini. Jadi waktu itu Indra ini nanya ke saya kenapa saya melakukan puter giling ternyata istri Indra tambah lari. Saya bingung dong kapan saya puter giling. Karena saya merasa Indra ini nggak pernah berhubungan dengan saya. Lalu saya tanya ke Indra, berapa kamu bayar ke Adam. Indra bilang Rp24 juta. Itu satu orang, adalagi satu orang dari Cimahi dia minta ruwatan begitu." Beber Eyang Ratih.

Saat Eyang Ratih meminta uang setoran pasiennya kepada Adam, selalu saja ada alasan yang dilontarkan Adam.

"Jadi Adam ini pas saya tagih uang pasien yang transfer ke rekeningnya, dia banyak alasan seperti kena Covid-19 jadi harus dikarantina. Alasan lain katanya kalau dia melihat HP matanya selalu kunang-kunang. Saat itu saya masih toleransi. Tapi perasaan saya nggak enak seperti ada sesuatu yang janggal." Cerita Eyang Ratih lagi.

Pada saat itulah Eyang Ratih menceritakan kalau Dani, pria yang sudah dianggap sebagai anak angkatnya, berusaha mau membantunya. Eyang Ratih pun meminta bantuan Dani karena selama ini Eyang Ratih menganggap Dani seorang TNI.

"Dani bilang si Adam itu bohong karena setelah dihitung-hitung uang yang masuk ke rekening Adam sudah lebih dari Rp200 juta. Bahkan semakin kesini, uang tersebut terus mencuat. Akhirnya saya minta tolong ke Dani dan mobil CRV dan iPhone saya diambil sama Dani. Tapi setelah itu Dani melarikan diri." Ungkap Eyang Ratih.

Selain dirinya yang kena tipu, Dani ini menurut Eyang Ratih juga sudah menghipnotis pasien, staf dan pegawainya dengan modus menitip uang untuk investasi.

"Ada yang sudah titip uang ke Dani itu Rp68 juta, bahkan tukang urut kena juga dia setor Rp13 juta. Padahal uang itu untuk biaya sekolah anaknya. Ada juga pedagang nasi yang kena tipu sampai ratusan juta. Saya baru tahu yang kasus ini setelah mereka komplain." Beber Eyang Ratih lagi.

Sementara korban bernama Indra menjelaskan perihal dirinya yang sudah tertipu oleh Dani. Indra mengaku tertarik untuk ikutan investasi tersebut karena Dani memberinya banyak janji, salah satunya jika uang dititip padanya maka uang itu bisa berlipat-lipat jumlahnya.

"Saya tertarik karena dia banyak memberikan janji-janji dengan mengatakan kalau investasi ini tidak akan merugikan. Karena dia memberi rumus yang 90 persen bikin saya percaya. Waktu itu Dani bawa-bawa nama Eyang Ratih agar saya harus meminta izin dulu ke beliau. Saya sudah dua kali setor uang ke Dani. Yang pertama saya setor Rp50 juta dan kedua Rp12 juta. Uang yang dikembalikan Dani itu yang kedua dan uang saya yang pertama nggak dibalikin sampai detik ini. Nah pas yang ketiga dia minta lagi, saya mulai curiga". Ungkap Indra.

Atas kejadian penipuan yang dilakukan oleh Adam maupun Dani, Eyang Ratih sendiri sudah melakukan sejumlah upaya agar keduanya mengembalikan uang para pasien, staf maupun pegawainya. Sayangnya kedua pelaku justru melarikan diri dan semua sambungan komunikasi sudah diputus kedua pelaku.

"Karena itu saya sengaja mengumpulkan teman-teman wartawan untuk memberitakan persoalan ini supaya viral sehingga kedua pelaku mengetahui bahwa saya tidak diam. Jika memang cara kekeluargaan yang sudah ditempuh ini tidak bisa, maka saya tidak segan akan mempolisikan mereka." Tutup Eyang Ratih.***

Penulis: Alamsyah

Baca Juga