Dukung Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19, Pagodja Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes

Pagodja Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
Pagodja Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes

NITENI - Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menangani pandemi Covid-19. Di sektor kesehatan, pemerintah telah berupaya mempercepat pelaksanaan tracing, testing, dan treatment (3T).

Pandemi Covid-19 telah banyak menimbulkan dampak signifikan dalam semua sektor kehidupan bangsa Indonesia.

Untuk itu, Paguyuban Gojek Driver Jogjakarta (Pagodja) mendukung kebijakan Pemerintah terkait penanganan pandemi Covid-19, termasuk program vaksinasi.

Ketua Umum Pagodja, Handriyanto mengatakan, penanganan pandemi Covid-19 ini bukan hanya tugas dari pemerintah pusat.

Menurutnya, butuh kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan pandemi di Indonesia.

Pagodja juga terus mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna jalan (pengemudi kendaraan roda dua dan roda empat) agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (3M) yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Kita berupaya bagaimana keterlibatan elemen masyarakat betul-betul optimal. Sehingga jangan sampai penanganan pandemi ini hanya ditangani negara saja," Kata Handriyanto saat jumpa pers dengan awak media dan buka puasa bersama di Kolona kitchen & coffe, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sariharjo Ngaglik Sleman, Senin, 25 April 2022. Turut mendampingi pengurus Pagodja, Salim dan Tanto.

Tak hanya itu, Pagodja juga mengimbau masyarakat luas, termasuk para driver ojek online (ojol) untuk turut menciptakan dan menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dan tertib berlalu lintas.

Mewaspadai berita hoaks dengan selalu melakukan kros cek kebenaran sebuah berita/informasi sebelum membagikan, atau dengan merujuk sumber-sumber informasi yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Pagodja juga menghimbau para driver ojol untuk selalu mewaspadai kriminalitas jalanan di malam hari selama Ramadan. Kita harapkan imbauan-imbauan ini juga diperhatikan oleh paguyuban-paguyuban driver ojol lain yang ada di Yogyakarta," ujar Handriyanto.

Menurut Handriyanto, meskipun kasus Covid-19 melandai, namun pandemi belum benar-benar usai.

Oleh karena itu, imbauan untuk tetap disiplin prokes masih tetap perlu digaungkan. "Kebanyakan driver ojol anggota Pagodja telah mengikuti vaksinasi lengkap dan vaksinasi booster," ujarnya.

Terkait kewaspadaan terhadap kriminalitas (kejahatan jalanan) di malam hari, Handriyanto mengakui pekerjaan para driver ojol cukup berisiko, terutama bagi yang berkerja sampai malam.

Untuk itu, pihaknya turut membantu kepolisian dalam menangani kejahatan jalanan itu, dengan cara memberikan informasi-informasi pendukung (misal lokasi kejadian) kepada kepolisian, agar segera bisa ditindaklanjuti.

Anggota Pagodja, Salim menambahkan, beberapa kasus kejahatan jalanan pernah menimpa driver ojol saat bekerja malam hari.

Untuk meminimalisir itu, maka dibuatlah grup-grup terutama bagi teman driver yang bekerja malam.

"Kita imbau driver agar selalu share live 8 jam, agar bisa memantu satu sama lain dan segera mengabari jika terjadi kejahatan jalanan, sehingga bisa kita tindak lanjuti segera," pungkasnya.***

Penulis: Wahyu Wicaksono
Editor: Ahyar

Baca Juga