Dubes Rosan Sebut Diaspora Indonesia di AS Jadi Potensi Pengembangan Ekonomi Kedua Negara

NITENI - Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan bahwa saat ini jumlah Diaspora Indonesia di AS kian bertambah. Dari jumlah yang tercatat mencapai angka 200 ribu, hal itu menjadikan sebuah potensi pengembangan ekonomi antar kedua negara. Termasuk salah satunya adalah pengembangan untuk sektor perbankan.

"Saat ini, diaspora Indonesia di AS mencapai lebih dari 200.000. Melihat perkembangan ini menjadi sebuah potensi pengembangan ekonomi sangat baik ke depannya. Saya pun melihat tren yang terus positif dan menguntungkan bagi banyak pelaku usaha dari sisi perdagangan maupun investasi di Indonesia. Hal ini tentunya merupakan potensi atas kebutuhan produk perbankan diaspora." Ujar Dubes Rosan saat menjadi pembicara dengan tema 'Perkuat Ekosistem Diaspora, Ekspor RI Kian Masif.' dilihat melalui unggahan di Instagram Dubes Rosan, Rabu (20/4/2022).

Pada kesempatan itu juga Dubes Rosan menyampaikan beberapa hal. Salah satunya adalah informasi terkait peningkatan pedagangan Indonesia.

"Saat ini perdagangan Indonesia mencapai 36 persen jika bandingkan antara tahun 2020 dengan 2021. Pun begitu dari segi investasi, yang mengalami peningkatan hampir 76 persen." Lanjutnya.

Hal itu tentunya menurut Rosan berdampak pada posisi transaksi perdagangan Indonesia ke AS yang semakin baik.

"Perdagangan AS untuk Indonesia pun menjadi terbesar kedua setelah China, dan terbesar keempat untuk investasi AS di Indonesia." Imbuh Dubes Rosan.

Penting pula disampaikan oleh Dubes Rosan mengenai keberadaan bank BUMN yang memiliki andil besar dalam pengembangan bisnis Diaspora yang berkelanjutan.

"Saya juga sampaikan harapan keberadaan BNI di AS kiranya dapat memberikan sebuah perhatian dan bimbingan yang holistik kepada para diaspora. Dengan begitu BNI dapat membantu pengembangan bisnis diaspora yang berkelanjutan. Saya sangat mengapresiasi BNI yang terus proaktif dalam memperkuat ekosistem diaspora Indonesia di Amerika Serikat." Tutup Dubes Rosan.**

Penulis: Alamsyah

Baca Juga