Batman Baru, Karakter Baru

Batman: sang pahlawan dari Gotham, yang selalu harus berhadapan dengan abusrditas para kriminal kota bernuansa gothic ini
Batman: sang pahlawan dari Gotham, yang selalu harus berhadapan dengan abusrditas para kriminal kota bernuansa gothic ini

NITENI - Penampilan Robert Pattinson sebagai Batman/Bruce Wayne, dalam film The Batman, tengah menjadi perbincangan hangat. Bagi kaum milenial, sosok cowok yang ngetop lewat Twilight Saga ini jelas jadi magnet tersendiri.

Tapi jika kalian membayangkan Pattinson jadi sosok yang keren dan bersih sebagaimana dia berperan sebagai Edward Cullen, kali ini buang jauh-jauh. Meski Bruce Wayne, karakter alter-ego Batman, adalah pengusaha kaya dan berpenampilan perlente, agaknya kali ini sutradara Matt Reeves berusaha menampilkan perform yang berbeda.

Bertubuh kurus, wajah tirus dan rambut hitam acak-acakan, akan menjadi sosok Wayne versi Pattinson. Demikian juga dengan luka-luka di badannya, yang jika dikaitkan dengan Bruce Wayne versi Christian Slayer dalam trilogi The Dark Knight, bisa jadi ada kesinambungan. Wayne versi Slater, belajar Ninjutsu sebelum menjadi Batman. Nyaris mirip versi Pattinson sekarang.

Wayne dan Batman yang sekarang, akan melengkapi khasanah karakter yang ditampilkan setiap sutradara. Kita ingat, bagaimana Batman garapan Tim Robbins, yang seperti ada dalam patron komik.

Ketika George Clooney menggantikan Michael Keaton, dan sutradara beralih ke Hotel Schumacher dalam Batman & Robin (1996), karakter Batman jadi lebih sedikit cool.

Yang agak terasa beda adalah saat Val Kilmer memerani superhero andalan Kota Gotham tersebut, dalam Batman Forever (1997). Karakter Batman nya tidak ada yang istimewa, karena Val dinilai lebih tepat jadi Bruce Wayne, yang memang digambarkan flamboyan, perlente dan mungkin playboy.

Jelas, Christian Slater membawa karakter Batman yang lebih tegas, sangar sekaligus manusiawi, ketika Dark Knight digaungkan sutradara jenius Christopher Nolan. karakter per tokoh pendukung juga diurai Nolan lebih kompleks.

Dan sekarang, Pattinson tentu tak bisa diharap sama dengan Ben Affleck yang telah sukses menjadi Batman yang punya leadership kuat, lewat Batman vs Superman-Dawn of Justice dan Justice League (termasuk yang versi Director's Cut).

Batman yang lebih gelap, mungkin saja. Karena ia hidup menghirup udara serta energi Kota Gotham yang memang bernuansa gothic.

Ya, siapapun Batmannya, Gotham tetaplah setting lokasi masalah absurd yang selalu dihadapi. Dan jika tiap jaman membawa isu yang berbeda, tentu karakter dan cara penanganan sang Batmannya juga akan berbeda-beda. **

Penulis: Iwan Prast

Baca Juga