Bangunan SD Ambruk, DPRD Kota Palangka Raya Langsung Respon

Para anggota DPRD Kota Palangka Raya saat sidak di lokasi SDN 14 JlMendawai yang ambruk dan beberapa kelasnya amblas (foto; repro mediacenter.palangkaraya.go.id)
Para anggota DPRD Kota Palangka Raya saat sidak di lokasi SDN 14 JlMendawai yang ambruk dan beberapa kelasnya amblas (foto; repro mediacenter.palangkaraya.go.id)

NITENI – Ambruknya bangunan sekolah SDN 14 di Jalan Mendawai Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengundang reaksi banyak pihak. Sebagai wakil rakyat yang membidangi pendidikan, para legislator di Komisi C DPRD Kota Palangka Raya pun merespon cepat terkait insiden ini. Mereka langsung mengadakan sidak, ke lokasi sekolah.

Seperti yang dilansir dari laman resmi pemerintahan Kota Palangka Raya, mediacenter.palangkaraya.go.id, para anggota Komisi C yang membidangi pendidikan tersebut, mengecek langsung ambruknya bangunan serta amblasnya beberapa ruang kelas serta toilet sekolahan tersebut. Peninjauan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Beta Syailendra didampingi anggota komisi C Anna Agustina Elsye, Shopie Ariany Sitorus, Junita BR. Ginting Mukarramah serta lainnya.

Uai bertemu Kepala Sekolah,KapolsekPahandut serta pihak Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Ketua Komisi C DPRD Kota menyatakan akan mendorong Pemkot memperbaiki gedung tersebut, agar proses PTM tidak terhambat.

“Dalam kunjungan itu, kami juga memastikan tidak ada korban jiwa sehubungan ambruknya sejumlah bangunan sekolah. Sampai saat ini,kita semua juga masih belum tahu apa penyebabnya. Tapi yang jelas, jangan sampai ini akanmengganggu proses belajarmengajar bagi anak didik,” tutur Beta.

Menurut warga sekitar yang juga tokoh pemuda, Doni, tadi sore, Rabu, 12 Januari 2022 melalui sambungan telepon kepada koresponden niteni.co, area sekolah tersebut selama ini kerap menjadi langganan banjir, apalagi saat air Sungai Kahayan meluap ke pemukiman.

“Meskipun mungkin ada faktor bersifat teknis ikut mempengaruhi, tapi itu kan bukan wewenang kami masyarakat bicara. Biar itu nanti diselidiki pihak berwenang. Hanya saja, dalam pandangan saya, kondisi geografis ikut mempengaruhi ketidakkokohan bangunan. Kita semua tahu, terjangan air sungai, pasti juga mempunyai dampak terhadap bangunan ataupun tanah yang ada di sekitarnya,” tuturnya sebagai warga masyarakat.***

Penulis: Iwan Prast

Baca Juga