Apes! Pencuri Sawit Beraksi, Langsung Dibekuk Polisi

Para pencuri buah sawit yang diringkus jajaran Polres Kotawaringin Barat (foto; Sams)
Para pencuri buah sawit yang diringkus jajaran Polres Kotawaringin Barat (foto; Sams)

NITENI - Entah karena dalam beraksi kurang sakti, atau apa, yang jelas 13 orang yang sedang beraksi mencuri Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pun langsung dicolok polisi.

Ke-13 orang ini, diketahui beraksi di dua perusahaan besar swasta perkebunan kelapa sawit, yang beroperasi di wilayah Kecamatan Arut Utara dan Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat. Mereka berhasil diringkus oleh jajaran kepolisian setempat tanpa perlawanan.

Dari 13 pelaku yang diamankan, 7 pelaku pencurian dan pemberatan yang berinisial B, W, MY, MR, MA, H dan J, menjalankan aksinya memanen tanpa izin, di PT GSYM, Desa Nanga Mua, Kecamatan Arut Utara.

Sedangkan 4 pelaku lainnya; A, RP, JS, dan I juga memanen tanpa izin di PT BGA Kecamatan Kotawaringin Lama. Usut punya usut, ternyata mereka adalah mandor dan karyawan panen serta bongkar muat di PT BGA. Jadi, sesuai istilah; pagar makan tanaman

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Bayu Wicaksono mengatakan seluruh pelaku yang beraksi di Kecamatan Arut Utara, sudah beberapa kali beraksi. Jadi bukan hanya sekali menjalankan mencuri buah kelapa sawit di area perusahaan.

"Malah di antara mereka ini, sudah pernah memanen lebih dari lima kali di area perusahaan tersebut," ujar Kapolres, Rabu, 6 April 2022.

Diungkapkan, dalam melakukan aksinya,.mereka tidak bersama-sama. Modus operandinya adalah mengambil buah kelapa sawit dengan cara memanen dari lahan milik perusahan PT GSYM, kemudian para tersangka memuat buah sawit ke dalam truk dan pick up. Kemudian buah tersebut dibawa menuju peron untuk dijual.

"Akibat dari aksi pencurian ini, perusahaan yang dipanen tanpa izi ,mengalami kerugian senilai Rp.25.600.000," lanjut Kapolres.

Atas aksi pencurian tersebut, para tersangka disangkakan pasal 363 Ayat (1) ke KUHPidana 4, ancaman pidana selama 7 tahun penjara.

Sementara berdasarkan hasil pengembangan pihak petugas, dua orang kembali diamankan. Masing-masing berinisial MG dan R, di tempat jual beli buah sawit atau Peron 'Sukses Bersama' Desa Sungai Kuning, Kecamatan Pangkalan Banteng.

Berdasarkan pengakuan para pelaku, ke dua orang tadi (MG dan R) adalah penadah buah kelapa sawit hasil pencurian mereka.

Kepada petugas, dua pelaku penadah ini mengaku, jika telah membeli sebanyak 444 janjang buah kelapa sawit dengan berat 7 ton atau 7 ribu kg dengan harga Rp 3.100,- per kg dan hasil penjualan Rp 21.700.000.***

Penulis: Iwan Prast

Baca Juga