Aksi Demonstrasi Keluarga Pekerja SPBU Kp. Bandan Tuntut Pesangon Dibayar

Jakarta, NITENI - Lima pekerja POM Bensin Kp. Bandan Jakarta Utara dan keluarganya hari ini memenuhi undangan Disnaker Jakut dengan melakukan demonstrasi menuntut hak pesangon dibayarkan utuh atas perselisihan pemberhentian sepihak lima pekerja Pom Bensin Kp. Bandan 34.14405 dibawah naungan Perusahaan BUMN yaitu PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Yaitu Joko Budi S, Santo, Ganifudin, Sugiarto, dan keluarga almarhum H.M.Jueni Rahman melakukan mediasi untuk yang kesekian kalinya dengan harapan bisa menemukan titik temu negosiasi antara PT.PPI dimediasi Disnaker Jakut dan para pekerja berakhir tanpa hasil karena pihak perusahaan SPBU Kp. Bandan 34.14405 dan perwakilan PT.PPI mangkir tidak hadir.

Menurut Kepala Seksi Hubungan Industrial Disnaker Jakarta Utara Yannasrizal ketidak hadiran perusahaan tidak sesuai dengan undang-undang tenaga kerja yang diterapkan " Proses yang baru saja terjadi adalah proses mediasi dimana pihak perusahaan tidak menghadiri sidang mediasi hari ini sesuai dengan kesepakatan para pihak yang dibuat."

Selain itu Yannasrizal menegaskan Disnaker Jakarta Utara menyudahi sidang mediasi dan mengeluarkan surat anjuran kepada PT.PPI sebagai perusahaan pengelola SPBU Kp. Bandan 34.14405 untuk memenuhi kewajibannya dan bermusyarawah untuk mufakat sebelum ke sidang Pengadilan Hubungan Industrial atau PHI, " anjuran proses mediasi sudah selesai maka pihak suku dinas dalam hal ini yang menangani kasus ini sudah selesai maka mengeluarkan anjuran sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Anjurannya akan dibawa ke pengadilan sesuai dengan ketentuan," jelas.

Dari pihak mantan pekerja SPBU Kp Bandan 34.14405 berpendapat ketidak hadiran perusahaan dalam proses mediasi dinilai sebagai kesengajaan dan menduga ada indikasi tidak baik pihak perusahaan dengan petugas Disnaker Jakarta Utara karena merasa tidak ada pemberitahuan kepada pihak pekerja dalam menyelesaikan perselisihan antara pekerja dan pengusaha.

Penulis:

Baca Juga